Bolehkah ku samarkan namamu disini sebagai "a man with glasses"? Aku sudah sejak awal memperhatikanmu. Bahkan sebelum kamu benar-benar terduduk sunyi di barisan sejajar, di seberang lengkap dengan kemeja biru ala-ala mu. Kita terhalang jarak sekitaran empat ubin ukuran sedang. Pendaratan pertama di kelas baru. Dengan muka datar kamu mengacuhkan segala hal di sekeliling termasuk aku. Diam. cuma itu yang bisa kamu nampakkan. Serasa tak mau punya kawan. Dan kau tahu, pandangan matamu sudah laksana model iklan L-men yang so' cool. Hih! kamu memang seperti itu sejak dulu. Aku tahu..
Perhatikan, dulu setiap kali kita bicara berhadapan aku selalu salah tingkah, bahkan tak bisa diam. Menatap matamu saja seperti mau di terkam singa kelaparan. Tapi, setelah ku lihat lebih lama lagi, mengenal lebih jauh dari jarak yang sebelumnya, bahkan kamu sengaja menyuruh aku berlama-lama menghadapkan retina kita masing-masing. Jadi sudah terbiasa, sekarang ku kenali kamu bukan sebagai model iklan itu lagi, tapi ya sebagai dirimu. Yang tidak tahu harus ku gambarkan seperti apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar