Sabtu, 26 Oktober 2013

Malam ini punya kita!!

Gelap dan sunyi. Dua hal yang bisa dijadikan simbol malam secara dewasa. Namun, kamu bisa sebut saja Bulan dan Bintang jika kamu menaunginya sebagai anak kecil.
Entah, aku seperti memuja malam hari. Melawatkan malam begini selalu membuatku banyak merenung. Merenungi segala hal yang menarik untuk direnungi. 
Aku biasa bertahan dalam pelukan malam bersama ajudan-ajudan jantanku. Teman-teman sesama penyembah malam. Membincangi segala hal yang tidak penting. Membuat keramaian sendiri di layar handpone atau laptop. Ah, bicarakan apa saja yang penting malam di kepalaku tidak sunyi. Biar saja telingaku yang sunyi.
Kau fikir aku tidak punya jam dinding dirumah? Tidak ada jendela di kamarku untuk mengukur warna awan kira-kira sudah pukul berapa pagi? Aku punya, dan aku tau waktu. Tapi, cobalah nikmati malam mu sekali saja. Ajak kawanan sesama yang baru merasai, biar dirasa sama-sama jadi menyenangkan. Bisa lupa waktu kalau keenakan. Untuk masalah ketagihan, aku tidak mau tanggung jawab. Apalagi masalah keluhan-keluhan akibat menahan kantuk terlalu banyak. Nanti lama-kelamaan kamu bisa lihat sendiri pemberontakan dari mata, mulut, kepala, perut, sampai tulang-tulangmu. Ini bisa jadi pengalaman yang membuat kapok, tapi menagih untuk diulang-ulang. Buktinya saja aku kapok, tapi tetap mengulang kebiasaan ini. Hey ajudan-ajudan jantan ku. Pria-pria malamku. Sahabat-sahabat suara malamku, mari lanjutkan petualangan kita. Malam ini, punya kita!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar