Selamat malam kembali, kamu yang kali ini akan menjadi topik perbincanganku disini. Bukankah seharusnya kamu menyapaku malam ini? Seperti yang biasa kamu lakukan. Tetapi.. beberapa hari ini kamu menghilang. Kamu sedang asyik menikmati masa dengan kawan-kawanmu. Menghabiskan malam sampai kamu lupa kalau pagi sudah mulai mengejar. Sementara aku, duduk manis menunggui kalau-kalau blackberry ku berbunyi. Bunyi khas tengah malam itu biasanya datang darimu. Kalau tidak, paling-paling hanya broadcast tidak penting. Karena yang terpenting bagiku hanyalah kamu..
Bolehkah aku jadi si setia yang tetap menunggui? Aku tetap menunggu dalam diam. Ditemani remang lampu kamar yang sengaja tak kumatikan biar mataku tetap terjaga dan kantuk tak berani datang. Disini, aku menanti harap-harap cemas.
Tapi sekali lagi, kekecewaan mulai menampakkan diri. Jam dindingku semakin jauh berpetualang. Memutar jarumnya sampai menunjuk waktu mulai terang. Ya.. kali ini harapanku sirna. Semangatku mulai goyah. Mataku yang sebelumnya selalu tahan terbuka, sekarang mulai panas dan ngilu. Mulutku yang tak pernah menguap jika menungguimu, mulai menggerutu. Hatiku layu, mimik muka ku berubah menjadi sebuah kekecewaan..
Seharusnya sejak awal aku sadar bahwa kamu menganggapku sebatas teman. Kamu datang ketika kamu merasa sendiri. Sementara dalam riuh keramaian, aku tidak sepatutnya berguna bagimu..
Seharusnya tidak pernah ku pautkan hati kepadamu. Karena aku tak pernah dipandang selain dalam sepimu. Apakah ini yang dinamakan bertepuk sebelah tangan? Tak indah,Tak bersuara, hanya hening yang akan terasa bersama hembusan angin.
Salahku memang taj pernah mengutarakan rasa secara gamblang padamu. Aku takut kamu menghindar. Sementara aku menikmati masa-masa sesimpul senyumku hadir saat berbincang denganmu. Aku harus rapi menjaga perasaanku kali ini. aku tak mau salah mangsa dan terlalu cepat menerkam, sehingga yang aku telan adalah binatang berbisa.
Aku ingin pelan-pelan tapi pasti. Sayangnya, aku memang melakukan hal itu pelan-pelan dan hasilnya memang pasti. Sudah dipastikan jarakku di matamu hanya sebatas teman..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar