Sabtu, 14 September 2013

Begitulah aku memanggilnya..

"MA" begitu kupanggil namanya. ini kali pertama perbincangan panjangku dengan nya. Biasanya dia hanya tayang didalam barisan recent updates ku dengan lagu-lagu yang sedang dia putar. Aku tertarik dengan beberapa playlist nya. Bisa dibilang seleranya tinggi.
Dia manusia yang bungkam. Dibanding teman-temannya. Ku kenali dia sebagai 'minoritas'. Teman-temannya yang lain senang mematikan wanita dengan kata-kata bualannya. Itu yang ku nilai daari perbincanganku dengan mereka. Aku menelaah satu persatu pribadi. Sementara, MA tidak. Dia senang perbincangan singkat dan padat tanpa menarik hati membawa perasaan ikut masuk bersama. Tidak ada kata-kata manis yang buatku melanglang jauh. Aku tidak dibawa melayang oleh bualan manisnya. Aku terrtarik dengan yang satu ini. Dengan MA yang baru aku kenal. Dengan sikapnya yang dingin.
Entah ini hanya penilaian pertamaku, atau aku punya indra ke-enam? Aku mengagumi. Sejak dulu, aku suka pria yang lebuh membungkus diri. Yang diam, tapi berkharisma. Dan itu lebih mematikan. Mereka ku sebut 'minoritas'. MA, si pemilik alis ulat bulu ini sudah menarik hati. Ragaku dan raganya seolah memiliki kutub berlawanan. Aku ingin mengenal dia lebih jauh..
Hari ini, hari kedua aku berbincang dengannya. Kulihat lagi dia tayang dalam recent updates tetap dengan embel-embel listening  dibawah namanya. Dia tidak menyapa. Mungkin aku bukan salah satu teman BBM nya yang menarik untuk diajak bicara. Jadi, aku berpura-pura saja meminta sebuah file musik yang tertulis jelas dibawah namanya. Padahal, aku sama sekali tidak mengenal lagu itu. Huh! Ini aku lakukan untuk memulai perbincangan dengan "MA".. Apa aku terlihat bodoh?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar